Kudus Group Agen Bola Rekomendasi adalah Bandar Agen Judi Bola SBOBET, Dapatkan Berita dan Informasi Update Prediksi Bola Akurat dan Promo Menarik Yang Hanya Bisa Anda Dapatkan di www.KudusGroup.com dan Berita.KudusGroup.com

Header Ads

WWW.KUDUSGROUP.COM dan BERITA.KUDUSGROUP.COM Kudus Group agen bola rekomendasi adalah bandar agen judi bola sbobet, memberikan prediksi bola akurat dan cerita esek esek

Ngentot Dengan Artis Dikamar Mandi

www.kudusgroup.com  -"Kok pagi begini kamu sudah berdandan rapi, sayang?" tanya Riko sambil masih berbaring di tempat tidur.

Matanya agak susah dibuka karena masih mengantuk.

"Sudah bangun sayang.." kata Vanessa sambil duduk di tepi ranjang lalu mengecup pipi Riko.
"Aku lupa kasih tahu bahwa hari ini aku ada shooting di Puncak, mungkin selama 2 hari," kata Vanessa lagi sambil mengusap-ngusap punggung Riko.
"Aku sudah minta tolong Andi untuk antar aku ke lokasi.." kata Vanessa lagi.
"Oke. Have fun ya.." kata Riko sambil membuka matanya lalu tersenyum.
"Thanks. Aku pergi ya, sayang," kata Vanessa sambil mengecup bibir Riko.

Vanessa lalu meninggalkan Riko di apartemen mereka. Vanessa ditemani Andi segera meluncur menuju Puncak untuk melakukan jadwal shooting sinetron Vanessa.

"Jadinya berapa hari kamu di Puncak, Vi?" tanya Andi sambil menyetir, "Dua hari saja kok.." jawab Vanessa.
"Tenang saja, semuanya akomodasi aku siapkan deh buat kamu," kata Vanessa sambil melirik ke Andi.
"Bukan soal itu, Non.. Masalahnya adalah Puncak itu kalau malam sangat dingin," kata Andi sambil tersenyum.
"Ada akomodasi penghangat badan tidak?" kata Andi lagi sambil tertawa.

Vanessa pun ikut tertawa.

"Ada-ada saja kamu ini, Andi," kata Vanessa sambil tetap tertawa.
"Nanti aku deh yang jadi penghangat badan kamu.." kata Vanessa sambil melirik Andi.
"Ah kamu.. Kamu tuh pacar si Riko, mana mungkin aku bisa dapat kamu," kata Andi.
"Kamu tidak akan bisa mendapatkan aku.. Tapi bisa merasakan aku.." kata Vanessa sambil tersenyum melirik Andi.
"Mana bisa?" tanya Andi tak percaya.
"Dengar Andi, diantara aku dan Riko sudah ada komitmen untuk hidup bersama tapi tidak untuk mengekang keinginan masing-masing.." ungkap Vanessa.
"Kami saling membebaskan kok," lanjut Vanessa.
"Aku tahu dan Riko juga suka terus terang kalau dia jalan atau main dengan wanita lain.." kata Vanessa lagi.

Andi diam mendengarkan.

"Aku juga demikian.." lanjut Vanessa sambil menatap Andi.
"Tenang saja, An.." kata Vanessa sambil tersenyum sambil mengelus paha Andi.
"Ya okelah kalau begitu," kata Andi sambil tersenyum pula.
"Dasar buaya!" kata Vanessa sambil tertawa.

Siang itu sampai malam, Vanessa melakukan tugas dan kewajibannya untuk menyelesaikan shooting.

"Pulang, An.." kata Vanessa sambil masuk ke mobil.
"Aku sangat capek, pengen istirahat.." sambung Vanessa lagi.
"Siap, boss.." kata Andi.

Mereka segera menuju satu villa kecil yang sudah mereka booking jauh dari tempat menginap para crew film.

"Aku mau mandi air hangat.." kata Vanessa setiba di villa.
"Yuk, An.. Mandi bareng sambil pijitin aku," ajak Vanessa sambil melepas semua pakaiannya.
"Ayo, siapa takut.." jawab Andi sambil melepas semua pakaiannya juga.
"Hii.. Kontol kamu mengkerut kecil.. Lucu!" kata Vanessa sambil memegang kontol Andi.
"Ye, dasar bego! Ini karena kedinginan! Nanti kalau sudah bangun, kamu bisa lihat sendiri.." kata Andi sambil meremas buah dada Vanessa.
"Ya sudah, yuk ah cepat mandi..!" kata Vanessa sambil segera masuk ke kamar mandi.

Mereka berdua lalu mandi bersama di bawah siraman shower.

"Sudah lama sekali aku ingin seperti ini.." kata Andi sambil menyabuni tubuh Vanessa dari belakang.
"Mm.. Kenapa tidak minta.. mmhh," kata Vanessa ketika tangan Andi menyabuni sambil meremas buah dadanya.
"Karena aku takut ditolak.." bisik Andi sambil terus meremas buah dada dan memainkan puting susus Vanessa yang licin oleh sabun.
"Mmhh.. Mulai sekarang tidak usah takut lagiihh," desah Vanessa sambil memejamkan matanya.
"Ini apa yang menyodok pantat?" kata Vanessa sambil tanganya meraih kontol Andi yang tegang menyodok pantatnya.
"Kan aku sudah bilang, bukti kalau kontol aku sudah bangun kamu akan suka.." bisik Andi sambil satu tangannya turun ke memek Vanessa.
"Oww! Enak, An.." kata Vanessaketika jari Andi menggosok-gosok kelentitnya.

Sementara tangan Vanessa tak henti mengocok kontol Andi.

"Jilatin memek aku, An.." desah Vanessa.
"Oke.. Tapi bersihkan dulu sabunnya ya.." kata Andi.

Tak lama setelah mereka membilas sabun di tubuh mereka masing-masing, Andi berjongkok di depan Vanessa Wajahnya tepat di depan memek Vanessa.

"Ohh.." desah Vanessa ketika lidah Andi mulai menjilat belahan memeknya sambil melihat ke bawah ke wajah Andi yang menyusup ke selangkangannya.
"Ohh.." desah Vanessai lagi sambil terpejam menengadahkan wajahnya ketika kelentitnya dijilat dan dikulum oleh lidah dan mulut Andi.
Vanessa menggoyangkan memeknya seiring jilatan-jilatan dan hisapan Andi pada memeknya. Sementara Andi terus memainkan lidahnya sambil tangannya mengocok kontolnya sendiri.

"Terus, Ann.. Teruss.. Aku mau keluarrhh!!" jerit Vanessa tertahan sambil memegang kepala Andi lalu mendesakkan memeknya ke wajah Andi.
"Ahh.. Ohh," jerit Vanessa sambil agak kelojotan merasakan rasa nikmat yang amat sangat seiring menyemburnya air mani di dalam memek.

Andi bangkit lalu memeluk pinggang Vanessa, kemudian dilumat bibir Vanessa dengan liar. Vanessai membalas lumatan Andi dengan liar pula sambil tangannya memegang dan meremas pantat Andi.

"Angkat satu kakimu, Va.." bisik Andi dengan suara serak karena desakan nafsu sambil mengarahkan kontolnnya ke memek Vanessa.

Vanessa menurut, diangkatnya salah satu kakinya agar kontol Andi mudah masuk ke memeknya dalam posisi berdiri. Tak lama, bless.. Kontol Andi sudah masuk ke dalam memek Vanessa. Vanessa segera menurunkan kakinya dan agak berjinjit mengimbangi tinggi tubuh Andi.

"Ohh, enak sekali, Vii.." bisik Andi sambil mengeluarmasukkan kontolnya.
"Ohh.." desah Vanessa sambil memegang dan mendesakkan pantat Andi agar lebih dalam menyetubuhinya.
"Dari dulu aku ingin menyetubuhi kamu, Vi.." bisik Andi sambil memompa kontolnya.
"Mulai sekarang, kapanpun kamu mau.. mmhh.. Tinggal bilang sajaahh.." desah Vanessa.
"Ganti posisi, Vi.." kata Andi sambil mencabut kontolnya dari memek Vanessa.
"Berbaliklah.." kata Andi.

Vanessa lalu berbalik membelakangi Andi. Andi lalu mengarahkan kontolnya ke lubang memek Vanessa dari belakang sambil berdiri. Bless.. Kontol Andi kembali memasuki lubang kenikmatan yang selama ini diidamkannya.

"Ohh, Andi.. Enakk.." desah Vanessa ketika tangan Andi meremas kedua buah dadanya dari belakang.
"Enak, sayang.." bisik Andi sambil mempercepat gerakan kontolnya tanpa mengehentikan remasan tangannya pada buah dada Vanessa.
"Enakkhh.." bisik Vanessa sambil terpejam.

Tangan Vanessa meraih satu tangan Andi lalu membimbingnya menuju memeknya. Andi mengerti apa keinginan Vanessa

"Ohh, Andiihh.." jerit lirih Vanessa ketika jari Andi menggosok-gosok kelentitnya.
"Teruss.. Terusshh.." jerit lirih Vanessa semakin keras.
"Aku mau keluar lagiihh.." jerit Vanessa
"Ohh.. Ohh.." jerit Vanessa sambil mendesakkan pantatnya sehingga kontol Andi masuk lebih dalam ke memeknya seiring dengan menyemburnya air mani yang kedua kali dalam memek Vanessa
"Aku juga mau keluar, Viihh.." bisik Andi sambil mempercepat gerakkannya.
"Ohh.." desah Andi.

Tak lama Andi segera melepas kontolnya dari memek Vanessa

"Isep, Vi.." bisik Andi dengan suara serak.

Vanessa lalu berjongkok. Setelah mengocok kontol Andi beberapa saat, mulutnya langsung melahapnya. Jilatan dan hisapan mulut Vanessa membuat Andi terpejam sambil memompa kontolnya pelan ke mulut Vanessa.

"Aku mau keluar, Vii.." kata Andi.

Crott! Crott! Crott! Air mani Andi muncrat banyak di dalam mulut Vanessa Sebagian meleleh keluar dari sela bibir Vanessa. Vanessa dengan tenang menelan air mani Andi sampai habis. Kecuali yang meleleh keluar, dibersihkannya dengan tangan. Setelah bangkit, Vanessa langsung memeluk Andi dan melumat bibirnya. Andi membalasnya dengan hangat. Begitulah, selama dua malam itu Andi dan Vanessa memacu birahi saling melampiaskan birahi tanpa ada beban perasaan. Setelah selesai shooting, Vanessa langsung pulang ke apartemennya.

PIN BBM (BLACKBERRY) : 7BBCF604
NO TEL               : +855 16 675386
WHATSAPP             : +855 16 675386
WECHAT               : kudusgroup
LINE                 : kudusgroup
EMAIL                : kudusgroup@gmail.com
YAHOO MESSENGER      : cs.djarumgrup

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.