Kudus Group Agen Bola Rekomendasi adalah Bandar Agen Judi Bola SBOBET, Dapatkan Berita dan Informasi Update Prediksi Bola Akurat dan Promo Menarik Yang Hanya Bisa Anda Dapatkan di www.KudusGroup.com dan Berita.KudusGroup.com

Header Ads

WWW.KUDUSGROUP.COM dan BERITA.KUDUSGROUP.COM Kudus Group agen bola rekomendasi adalah bandar agen judi bola sbobet, memberikan prediksi bola akurat dan cerita esek esek

Enaknya Memperkosa

www.kudusgroup.com  -Gadis pelajar yang masih duduk di kelas 3 SMU di kota Jogya, umurnya yang baru 17 tahun sudah memliki tubuh yang padat dan berisi , kulitnya yang putih, rambutnya lurus dengan wajah yang begitu cantiknya, dia bernama Hanim anak bungsu dari 4 saudaranya, ayah dan ibunya sekarang tugas di Ibu kota, dan saudaranya juga sudah berkeluarga semua jadinya dia tinggal dirumah sendiri.

Terkadang dia juga ditemani oleh sepupunya yang mahasiswi dari sebuah universitas negeri ternama di kota itu. Biasanya, anak ABG yang mengikuti trend masa kini sangat gemar memakai pakaian yang serba ketat termasuk juga seragam sekolah yang dikenakannya sehari-hari.

Hanim

www.pokerjowo.com  -Rok abu-abu yang tingginya beberapa senti di atas lutut dan ukuran rok yang ketat yang memperlihatkan lekuk body tubuh yang sekal menggairahkan. Namun Hanim tidak. Dia adalah seorang muslimah yang taat.


Seringnya ia bergaul dengan anak-anak ROHIS di sekolahnya membuat dia lebih menyukai untuk memakai baju lengan panjang serta rok panjang, walaupun, Karena peraturan sekolah, roknya tidak bisa ia buat terlalu longgar, sehingga bagaimanapun ia berusaha menyembunyikan pantatnya yang montok dan merekah indah, tetap saja terlihat samar menggairahkan dari balik rok abu-abu panjangnya.

Penampilannya yang santun ini tentu mencegah pikiran buruk para laki-laki yang berpapasan dengannya, walaupun penampilan itu tidak serta merta menghlangkan kecantikan alami yang ia miliki.

Kecantikan alami itulah yang mengundang beberapa lelaki tetap saja meliriknya saat berpapasan. Salah satunya adalah Yanto, si tukang becak yang mangkal di depan gang rumah Hanim. Yanto, pria berusia 40 tahunan itu, memang seorang pria yang berlibido tinggi, birahinya sering naik tak terkendali apabila melihat gadis-gadis cantik melintas di hadapannya.

Dulu, ketika ia sudah tak mampu menahan libidonya, dia pernah menggagahi seorang wanita yang memakai  jubah longgar, dijalan ketika wanita itu pulang. Ternyata ia menikmati sensasi ketika memperkosanya.

Bagaimana wanita itu meronta-ronta saat diperkosa, namun juga menikmatinya. Bagaimana ia bisa membuat wanita itu orgasme berkali-kali, sehingga pada peristiwa pemerkosaannya yang kedua dan ketiga, wanita itu hanya pasrah dan malah dengan agak ditahan menikmati permainan kasar yang dilakukan Parjo.

Walaupun sosok pribadi Hanim memang cukup supel dalam bergaul, termasuk kepada Yanto yang sering mengantarkan Hanim dari jalan besar menuju ke kediaman gadis SMA itu yang masuk ke dalam gang.

Suatu sore, Hanim pulang dari sekolah. Seperti biasa Yanto mengantar gadis itu dari jalan raya menuju ke rumah. Sore itu suasana agak mendung dan hujan rintik- rintik, keadaan di sekitar juga sepi, maklumlah daerah itu berada di pinggiran kota YK.

Dan Yanto memutuskan saat inilah kesempatan terbaiknya untuk melampiaskan hasrat birahinya kepada Hanim, gadis yang sudah beberapa hari terakhir ini membuat libidonya memuncak. Ia telah mempersiapkan segalanya, termasuk lokasi tempat dimana Hanim nanti akan dikerjai.

Yanto sengaja mengambil jalan memutar lewat jalan yang lebih sepi, jalurnya agak jauh dari jalur yang dilewati sehari-hari karena jalannya memutar melewati areal pekuburan.

“Lho koq lewat sini Pak?”, tanya Hanim.

Suaranya yang lembut terdengar pasrah di telinga Yanto, membuat kont0lnya mulai berdiri, embayangkan desahan-desahan yang keluar dari mulut gadis itu saat ia menyetubuhinya.

“Di depan ada kawinan, jadi jalannya ditutup”, bujuk Yanto sambil terus mengayuh becaknya.

Dengan pasrah Hanim pun terpaksa mengikuti kemauan Yanto yang mulai mengayuh becaknya agak cepat. Setelah sampai pada lokasi yang telah direncanakan Yanto, yaitu di sebuah bangunan tua di tengah areal pekuburan, tiba-tiba Yanto Kudus Group agen bola rekomendasi membelokkan becaknya masuk ke dalam gedung tua itu.

“Lho kenapa masuk sini Pak?”, tanya gadis alim itu.

“Hujan..”, jawab Yanto sambil menghentikan becaknya tepat di tengah-tengah bangunan kuno yang gelap dan sepi itu.

Dan memang hujan pun sudah turun dengan derasnya.

Bangunan tersebut adalah bekas pabrik tebu yang dibangun pada jaman belanda dan sekarang sudah tidak dipakai lagi, paling-paling sesekali dipakai untuk gudang warga. Keadaan seperti ini membuat Hanim menjadi gelisah, wajahnya mulai terlihat was-was.

“Tenang.. Tenang.. Kita santai dulu di sini, daripada basah-basahan sama air hujan mending kita basah-basahan keringat..”, ujar Yanto sambil menyeringai turun dari tempat kemudi becaknya dan menghampiri gadis yang montok itu yang masih duduk di dalam becak.

Bagai tersambar petir Hanimpun kaget mendengar ucapan Yanto tadi.

“A.. Apa maksudnya Pak?”, tanya Hanim sambil terbengong-bengong.

“Non cantik, kamu mau ini?” Yanto tiba-tiba menurunkan celana komprangnya, mengeluarkan kont0lnya yang telah mengeras dan membesar.

Hanim terkejut setengah mati dan tubuhnya seketika lemas ketika melihat pemandangan yang belum pernah dia lihat selama ini. Ia selalu menjaga matanya dan langsung shock melihat benda itu tiba-tiba saja disodorkan didepannya.

“J.. Jaangan Pak.. Jangann..” pinta gadis itu dengan wajah yang memucat.

Sejenak Yanto menatap tubuh Hanim yang terbalut seragam SMU. Pelan-pelan tangannya maju dan dengan tenang menyingkapkan rok panjang Hanim, hingga keatas lutut. Kaos kaki putih setinggi betis menambah keindahan kaki gadis itu.

“Ampunn Pak.. Jangan Pak..”, gadis berwajah pasrah itu mulai menangis dalam posisi duduknya sambil merapatkan badan ke sandaran becak, seolah ingin menjaga jarak dengan Yanto yang semakin mendekati tubuhnya.

Tubuh Hanim mulai menggigil namun bukan karena dinginnya udara saat itu, tetapi tatkala dirasakannya sepasang tangan yang kasar mulai menggerayangi betisnya, lalu pelan-pelan naik ke pahanya yang sudah terbuka.

Tangan gadis itu secara refleks berusaha menampik tangan Yanto yang mulai menjamah pahanya, tapi percuma saja karena kedua tangan Yanto dengan kuatnya memegang kedua paha Hanim.

“Oohh.. Jangann.. Pak.. Tolongg.. Jangann..”, gadis cantik itu meronta-ronta dengan menggerak-gerakkan kedua kakinya.

Akan tetapi Yanto malahan semakin menjadi- jadi, dicengkeramnya erat-erat kedua paha Hanim itu sambil merapatkan badannya ke tubuh Hanim.

Hanim pun menjadi mati kutu sementara isak tangisnya menggema di dalam ruangan yang mulai gelap dan sepi itu. Kedua tangan kasar cerita esek esek Yanto semakin intens bergerak mengurut kedua paha mulus itu hingga menyentuh pangkal paha Hanim.

Tubuh gadis SMU yang montok dan menggairahkan itu menggeliat ketika tangan-tangan Yanto mulai menggerayangi bagian pangkal pahanya, dan wajah Hanim yang lembut dan seakan pasrah menyeringai ketika jari-jemari Yanto mulai menyusup masuk ke dalam celana dalamnya.

“eeehhhh..”, desahan Hanim mulai menggema di ruangan itu di saat jari Yanto ada yang masuk ke dalam liang mem3knya. Yanto pun sadar bahwa gadis itu melai terangsang akan perbuatannya

Tubuh Hanim menggeliat kencang di saat jari itu mulai mengorek-ngorek lubang kewanitaannya. Desah nafas Yanto semakin kencang, dia nampak sangat menikmati adegan ‘pembuka’ ini. Ditatapnya wajah gadis itu yang nampak pasrah dengan desahan yang keluar dari mulutnya disertai tubuh yang menggeliat-geliat akibat jari tengah Yanto yang menari-nari di dalam lubang kemaluannya.

“Cep.. Cep.. Cep..”, terdengar suara dari bagian selangkangan Hanim.

Saat ini lubang kemaluan gadis itu telah banjir oleh cairan kemaluannya yang mengucur membasahi selangkangan dan jari-jari Yanto. Tiba-tiba tubuh gadis montok itu menegang. Dari mulutnya pekikan tertahan,
“eehmmmmh……!!!” ternyata gadis itu sudah mendapat orgasmenya yang pertama kali dalam hidupnya.

Sesuatu yang sangat nikmat ia rasakan, dan tubuhnya terlonka-lonjak untuk beberapa saat, mengalami kenikmatan yang sangat.

Mem3knya terasa geli, dan tubuhnya yang lemas mulai bersandar pasrah pada tubuh Yanto, tukang becak yang membuatnya mendapatkan kenikmatan itu dengan paksaan.

Puas dengan adegan ‘pembuka’ ini, Yanto mencabut jarinya dari lubang kemaluan Hanim. Hanim nampak terengah-engah, air matanya juga meleleh membasahi pipinya. Yanto kemudian menarik tubuh Hanim turun dari becak, gadis itu dipeluknya erat-erat, kedua tangannya meremas-remas pantat gadis itu yang sintal sementara Hanim hanya bisa terdiam pasrah, detak jantungnya terasa di sekujur tubuhnya yang gemetaran itu. Yanto juga menikmati wanginya tubuh Hanim sambil terus meremas remas pantat gadis itu.

Selanjutnya Yanto mulai menikmati bibir Hanim yang tebal dan sensual itu, dikulumnya bibir gadis itu dengan rakus bak seseorang yang tengah kelaparan melahap makanan.

“Eemmgghh.. Mmpphh..”, Hanim mendesah-desah di saat Yanto melumat bibirnya. Dikulum-kulum, digigit-gigitnya bibir gadis yang sintal itu oleh gigi dan bibir Yanto yang kasar dan bau rokok itu.

Ciuman Yanto pun bergeser ke bagian leher gadis SMU itu. Ia naikan Hanim, dan ketika leher Hanim yang putih bersih terlihat, langsung saja Yanto melumatnya.

“Oohh.. Eenngghh..”, Hanim mengerang-ngerang di saat lehernya dikecup dan dihisap-hisap oleh Yanto. karena ia menyukai sensasi yang tercipta dihatinya, ketika melihat seorang gadis lugu yang mengerang-erang dan mendesis nikmat didepan matanya.

Cengkeraman Yanto di tubuh Hanim cukup kuat sehingga membuat Hanim sulit bernafas apalagi bergerak, dan hal inilah yang membuat gadis itu pasrah di hadapan Yanto yang tengah memperkosanya, selain karena ia sudah tidak punya tenaga setelah orgasme dahsyatnya yang pertama.

Setelah puas, kini kedua tangan kekar Yanto meraih kepala Hanim yang masih terbungkus dan menekan tubuh Hanim ke bawah sehingga posisinya berlutut di hadapan tubuh Yanto yang berdiri tegak di hadapannya. Langsung saja oleh Yanto kepala gadis alim itu itu dihadapkan pada kont0lnya.

“Ayo.. Jangan macam-macam non cantik.. Buka mulut kamu”, bentak Yanto sambil mencengkeram kepala Hanim itu.

Takut pada bentakan Yanto, Hanim tak bisa menolak permintaannya. Sambil terisak-isak gadis yang cantik itu sedikit demi sedikit membuka mulutnya dan segera saja Yanto mendorong masuk kont0lnya ke dalam mulut Hanim.

“Hmmphh..”, Hanim mendesah lagi ketika benda menjijikkan itu masuk ke dalam mulutnya hingga pipi gadis itu menggelembung karena batang kemaluan Yanto yang besar menyumpalnya.

“Akhh..” sebaliknya Yanto mengerang nikmat.

Kepalanya menengadah keatas merasakan hangat dan lembutnya rongga mulut Hanim di sekujur batang kemaluannya yang menyumpal di mulut gadis itu.

Gadis itu menangis tak berdaya menahan gejolak nafsu Yanto. Sementara kedua tangan Yanto yang masih mencengkeram erat kepala Hanim mulai menggerakkan kepala Hanim maju mundur, mengocok kont0lnya dengan mulut gadis prediksi bola akurat alim yang montok itu. Suara berdecak-decak dari liur Hanim terdengar jelas diselingi batuk-batuk.

Beberapa menit lamanya Yanto melakukan hal itu kepada Hanim, dia nampak benar-benar menikmati. Bahkan sensasi yang ia rasakan melihat seorang gadis dengan terpaksa mengulum kont0lnya sangatlah nikmat.

Tiba-tiba badan Yanto mengejang, kedua tangannya menggerakkan kepala Hanim semakin cepat sambil menjambak-jambak Hanim. Wajah Yanto menyeringai, mulutnya menganga, matanya terpejam erat dan..

“Aakkhh..”, Yanto melengking, croot.. croott.. crroott..

Seiring dengan muncratnya cairan putih kental dari kemaluan Yanto yang mengisi mulut Hanim yang terkejut menerima muntahan cairan itu. Gadis lugu itu berusaha melepaskan batang kont0l Yanto dari dalam mulutnya namun sia-sia, tangan Yanto mencengkeram kuat kepala Hanim.

Sebagian besar sperma Yanto berhasil masuk memenuhi rongga mulut Hanim dan mengalir masuk ke tenggorokannya serta sebagian lagi meleleh keluar dari sela-sela mulut gadis lugu yang itu.

“Ahh”, sambil mendesah lega, Yanto mencabut batang kemaluannya dari mulut Hanim.

Nampak batang kont0lnya basah oleh cairan sperma yang bercampur dengan air liur Hanim. Demikian pula halnya dengan mulut Hanim yang nampak basah oleh cairan yang sama. Gadis manis itu meski masih dalam posisi terpaku berlutut, namun tubuhnya sudah sangat lemas dan shock setelah diperlakukan Yanto seperti itu.

“Sudah Pak.. Sudahh..” gadis montok itu menangis sesenggukan, terengah-engah mencoba untuk
‘bernego’ dengan Yanto yang sambil mengatur nafas berdiri dengan gagahnya di hadapan Hanim.

Nafsu birahi yang masih memuncak dalam diri Yanto membuat tenaganya menjadi kuat berlipat- lipat kali, apalagi dia telah menenggak jamu super kuat demi kelancaran hajatnya ini sebelumnya.

Setelah berejakulasi tadi, tak lama kemudian nafsunya kembali bergejolak hingga batang kemaluannya kembali mengacung keras siap menerkam mangsa lagi.

Yanto kemudian memegang tubuh Hanim yang masih menangis terisak-isak. Gadis belia itu sadar akan apa yang sebentar lagi terjadi kepadanya yaitu sesuatu yang lebih mengerikan.

Badan Hanim bergetar ketika Yanto menidurkan tubuh gadis itu di lantai gudang yang kotor. Hanim yang mentalnya sudah jatuh seolah tersihir mengikuti arahan Yanto.

Setelah gadis lugu itu terbaring, Yanto menyingkapkan rok abu-abu panjang seragam SMU Hanim hingga setinggi pinggang. Kemudian dengan gerakan perlahan, Yanto memerosotkan celana dalam putih yang masih menutupi selangkangan Hanim.

Gadis itu hanya bisa pasrah akan keadaan, karena tenaga dan keberaniannya sudah hlang entah kemana. Kedua mata Yanto pun melotot tajam ke arah kemaluan Hanim. Kemaluan yang merangsang, ditumbuhi rambut yang tidak begitu banyak tapi rapi menutupi bibir mem3knya, indah sekali.

Ia tahu bahwa kemaluan wanita selalu bagus, karena tidak pernah tersentuh barangnya laki-laki, dan terawat. Tapi milik Hanim, gadis lugu yang terbaring dihadapannya itu sangat menggairahkan.

Yanto langsung saja mengarahkan batang kont0lnya ke bibir mem3k Hanim. Gadis itu menjerit ketika Yanto mulai menekan pinggulnya dengan keras, batang kont0lnya yang panjang dan besar masuk dengan paksa ke dalam liang mem3k Hanim.

“Aakkhh..”, gadis lugu itu menjerit lagi, tubuhnya menggelepar mengejang dan wajahnya meringis menahan rasa pedih di selangkangannya.

Kedua tangan Hanim ditekannya di atas kepala, sementara ia dengan sekuat tenaga melesakkan batang kemaluannya di mem3k gadis itu dengan kasar dan bersemangat.

“Aaiihh..”, Hanim melengking keras di saat dinding keperawanannya berhasil ditembus oleh batang kont0l Yanto. Darah pun mengucur dari sela-sela kemaluan gadis alim itu. Barang yang sangat ia jaga telah dirnggut dengan paksa oleh seorang tukang becak. Tangisnya kembali pecah.

“Ohhss.. Hhsshh.. Hhmmh.. Eehhghh..” Yanto mendesis nikmat.

Setelah berhasil melesakkan batang kemaluannya itu, Yanto langsung menggenjot tubuh Hanim dengan kasar.

“Oohh.. Oogghh.. Oohh..”, Hanim mengerang- ngerang kesakitan.

Tubuhnya terguncang-guncang akibat gerakan Yanto yang keras dan kasar. Sementara Yanto yang tidak peduli terus menggenjot Hanim dengan bernafsu. Batang kont0lnya basah kuyup oleh cairan mem3k gadis berkulit putih bersih itu, yang mengalir deras bercampur darah keperawanannya.

Sekitar lima menit lamanya Yanto menggagahi Hanim yang semakin kepayahan itu, sepertinya Yanto sangat menikmati setiap hentakan demi hentakan dalam menyetubuhi gadis itu, sampai akhirnya di menit ke-delapan, tubuh Yanto kembali mengejang keras, urat-uratnya menonjol keluar dari tubuhnya yang hitam kekar itu dan Yanto pun berejakulasi.

“Aahh..” Yanto memekik panjang melampiaskan rasa puasnya yang tiada tara dengan menumpahkan seluruh spermanya di dalam rongga kemaluan Hanim yang tengah menggelepar kepayahan dan kehabisan tenaga karena tak sanggup lagi mengimbangi gerakan-gerakan Yanto.

Dan akhirnya kedua tubuh itupun kemudian jatuh lunglai di lantai diiringi desahan nafas panjang yang terdengar dari mulut Yanto. Yanto puas sekali karena telah berhasil melaksanakan hajatnya yaitu memperkosa gadis cantik yang selama ini menghiasi pandangannya dan menggoda dirinya.

Setelah rehat beberapa menit tepatnya menjelang Isya, akhirnya Yanto dengan becaknya kembali mengantarkan Hanim yang kondisinya sudah lemah pulang ke rumahnya. Karena masih lemas dan akibat rasa sakit di selangkangannya, gadis itu tak mampu lagi berjalan normal hingga Yanto terpaksa menuntun gadis itu masuk ke dalam rumahnya.

Suasana di lingkungan rumah yang sepi membuat Yanto dengan leluasa menuntun tubuh lemah gadis lugu itu hingga sampai ke teras rumah dan kemudian mendudukkannya di kursi teras.

Setelah berbisik ke telinga Hanim bahwa dia berjanji akan datang kembali untuk menikmati tubuh gadis yang montok dan molek itu, Yanto pun kemudian meninggalkan Hanim dengan mengayuh becaknya menghilang di kegelapan malam,

Meninggalkan gadis itu yang masih terduduk lemas di kursi teras rumahnya. Tentu saja tidak lupa Yanto sudah mengambil gambar telanjang dari gadis itu, untuk berjaga-jaga agar Hanim tidak membocorkan rahasianya.

PIN BBM (BLACKBERRY) : 7BBCF604
NO TEL               : +855 16 675386
WHATSAPP             : +855 16 675386
WECHAT               : kudusgroup
LINE                 : kudusgroup
EMAIL                : kudusgroup@gmail.com
YAHOO MESSENGER      : cs.djarumgrup

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.